Tuesday

Siasati Uang Muka, Pengembang Rangkul Bank Syariah

Siasati uang muka, pengembang rangkul bank syariah. Developer mulai menerapkan beberapa strategi menghadapi aturan Bank Indonesia (BI) tentang kenaikan uang muka 30 %. Salah satu strategi tersebut dilakukan dengan menggandeng kerjasama pembiayaan perumahan dengan bank syariah.
Presiden Direktur PT. Metropolitan Land, Tbk, Nanda Widya, mengatakan bahwa kerjasama pembiayaan perumahan dengan bank syariah seperti dilakukan oleh pihaknya sudah berjalan sebelum aturan Loan to Value (LTV) diterapkan oleh BI. Akan tetapi, menurut Nanda, akan sangat bagus apabila pembiayaan syariah bisa mengantisipasi ketakutan konsumen akan kenaikan uang muka (down payment) sebesar 30 %.
Nanda mengatakan, kerjasama Metland dan Bank Syariah Mandiri (BSM) yang berlangsung Jumat (22/6/2012), di Bekasi, Jawa Barat, merupakan jalinan kerjasama dengan bank berbasis syariah untuk keempat kalinya.
"Ada atau tidak aturan LTV ini, kerjasama dengan bank syariah sudah berlangsung sejak lama. Kerjasama ini merupakan satu akses dana bagi kami," katanya.
Menurut dia, bank syariah memang semakin berkembang pesat. Kerjasama dengan BSM tersebut demi memudahkan konsumen Metland membeli hunian di lima proyek unggulannya, yaitu Metland Tambun (Tambun-Bekasi), Metland Cibitung (Cibitung-Bekasi), Metland Menteng (Cakung-Jakarta Timur), Metland Cileungsi dan Metland Transyogi (Cileungsi-Bogor).
Terkait pemberlakukan DP 30 % yang sudah ditetapkan pada 15 Juni 2012 lalu, Nanda mengatakan, bahwa hal tersebut tidak banyak mempengaruhi penjualan proyek-proyek hunian Metland. Pasalnya, 60 % produk Metland tidak termasuk dalam syarat pemberlakuan aturan LTV, seperti tipe rumah dengan luas minimal 70 meter persegi dan harga rumah di atas Rp 500 juta.
"Produk kami banyak di bawah tipe 70 meter persegi. Kalau produk kena aturan LTV ini, kami beri kemudahan, yaitu dengan perpanjang masa cicilan DP dari 3 - 6 bulan menjadi 6 bulan - 1 tahun," ujarnya.
Adapun aturan tersebut dikeluarkan oleh BI, karena BI melihat harga jual rumah dengan kredit pemilikan apartemen (KPA) dan kredit pemilikan rumah (KPR) mengalami kenaikan 10 % sampai 15 % setiap bulannya. Kenaikan harga ini tidak sesuai dengan harga riil rumah sehingga perbankan perlu melakukan antisipasi untuk mencegah terjadinya penggelembungan harga (bubble).

sumber : kompas.com

Monday

Tips Memilih Lampu LED

Bagi Anda yang berniat menjadi konsumen lampu jenis Light Emitting Diode (LED), harus waspada dalam memilih produk yang beredar di pasaran. Mengapa begitu? Hal itu, mengingat harga lampu LED yang terbilang cukup mahal, tentunya Anda tidak ingin rugi.

Lighting Specialist Arwin Alwi dari Grahacipta Hadiprana saat ditemui di acara Designer Interior Gathering, di bilangan Senayan Jakarta, Senin (25/6/2012) menyatakan, sebelum membeli dan menggunakan lampu LED, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh konsumen, diantaranya sebagai berikut:

1. Produsen lampu yang terpercaya.
Pepatah ‘Tak kenal maka tak sayang’ mungkin berlaku disini. Pilihlah perusahaan yang produk lampunya sudah dikenal pasar secara luas dan jelas, seperti Philips, Megamen, Osram, dan lain-lain.

2. Sesuaikan kekuatan listrik.
Sebelum memasang lampu LED, pastikan bahwa kekuatan listrik di rumah atau di ruangan manapun yang akan dipasangi lampu sudah sesuai dengan daya lampu yang dipilih.

3. Sesuaikan dengan kebutuhan.

Misalnya, menggunakan lampu LED untuk pencahayaan seluruh ruangan atau hanya untuk menonjolkan objek tertentu. Ini berarti, penempatan lampu harus diperhitungkan dengan baik.

4. Pemasangan lampu LED.
Pemasangan lampu harus tepat, sehingga arus listrik yang dihasilkan maksimal dan komitmen.

Arwin menambahkan, penggunaan lampu LED yang baik, tergantung sejauh mana kesesuaiannya dengan kebutuhan.

"Jadi menggunakan lampu LED tidak hanya sekadar tampil dan ikut-ikut saja. Tapi, harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan kita. Penggunaan LED yang baik untuk saya, belum tentu juga baik untuk Anda, jadi harus diperitungkan baik-baik dulu di awal," ujarnya.

Sunday

Cara Mengganti Ubin yang Rusak

Cara mengganti ubin yang rusak bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya Anda bisa menggantinya dengan yang baru. Hal ini dapat dilakukan dengan cepat tanpa harus merusak ubin yang ada di sekitarnya.

Akan tetapi sebelum mengganti ubin yang rusak, pastikan Anda udah membeli ubin pengganti dengan ukuran yang pas dan memiliki warna yang serupa dengan ubin di sekitarnya. Berikut cara mengganti ubin yang rusak atau pecah, seperti dikutip dari Ehow, Sabtu (23/6/2012).

Cara Menggantinya:

1. Plester bagian tepi ubin yang ada di sekitar ubin yang rusak guna melindungi mereka selama Anda mengganti ubin. Pastikan Anda memplester ubin sekitar, dan bukan adonan semen perekat ubin (grout). Pasalnya, Anda akan mengganti ubin yang rusak lengkap dengan grout.

2. Pasang sebuah paku di tengah ubin yang rusak dan gunakan palu untuk memaku. Ini akan meretakkan ubin yang rusak, namun tidak merusak ubin di dekatnya. Anda pun mudah untuk menggantinya.

3. Tempatkan pahat di bagian tengah ubin yang rusak, atau jika dari badan Anda berada di posisi 45 derajat. Pukul pahat menggunakan palu, biarkan ubin pecah mulai dari bagian tengah-tepi hingga bagian dalam. Pecahkan ubin yang rusak hingga ke tepi ubin di sekitarnya.

4. Oleskan lapisan tipis adonan mortar ke bagian belakang ubin pengganti menggunakan sekop. Aplikasikan mortar secukupnya pada bagian belakang ubin, hingga lapisan ini muncul di sekitar tepi ubin saat ditekan. Pasang ubin dengan menyisakan bagian kiri dan pasang ubin di tempatnya dan tekan hingga dirasa pas. Biarkan semalaman hingga mortar mengering.

5. Sesudah kering, oleskan adonan semen perekat ke ubin dengan mengaplikasikannya, mulai dari tepi hingga bagian atas, menggunakan alat bantu berupa sekop. Alat bantu dengan alas datar ini berfungsi mendorong semen ke tempatnya dan memasukkannya ke bagian tepi ubin. Selain itu, alat bantu berfungsi menghapus kelebihan grout dari permukaan ubin.

Saturday

Cara Jitu Mengatur Furnitur pada Rumah Mungil

Menata interior pada rumah kecil bisa dibilang gampang-gampang susah. Rumahnya memang kecil tetapi aktivitas yang terjadi dan kebutuhan tetap saja sama, dimulai dari bangun tidur sampai akan tidur lagi. Ukuran ruangan pun dibuat sesuai dengan kebutuhan, semua dihitung pas tidak lebih, malah terkadang ruangan agak dipersempit. Sehingga dibutuhkan siasat jitu untuk memilih furniturnya.

Tetapi Anda jangan khawatir, dengan ruangan yang kecil bisa dihadirkan semua furnitur sesuai kebutuhan. Seperti perencanaan furnitur pada kamar tidur anak, beberapa fungsi furnitur dapat dijadikan satu, seperti tempat tidur yang berupa dipan dan bagian bawahnya terdapat laci-laci untuk meletakkan pakaian yang terlipat. Begitu juga untuk meja belajar, Anda dapat membuat list barang yang akan diletakkan pada meja belajar tersebut.

Apalagi putra atau putri Anda memiliki barang kesayangan yang akan di-display, maka Anda dapat merencanakannya pada meja belajar tersebut. Perlu diingat dalam merencanakan bentuk furnitur tersebut, selain kebutuhan juga pemakai, ukuran dan materialnya. Pikirkan kembali membeli furnitur yang sudah jadi, biasanya tidak sesuai dengan ukuran ruang yang ada.

Pembuatan yang masal tidak menjadikan furnitur ini eksklusif, artinya bentuk dan ukuran furnitur jenis ini mudah didapat yang menggunakan ukuran standard yang diharapkan dapat menempati sembarang ukuran ruang. Furnitur jenis ini tidak buruk, tetapi kurang tepat untuk rumah kecil yang butuh siasat jitu.

1. Compact, beberapa fungsi furnitur dapat dijadikan satu, menjadi furnitur yang compact. Untuk itu Anda dapatmerencanakanfungsi furnitur yang akan dijadikan satu, serta kebutuhan yang akan ditampung pada furnitur tersebut.
2. Keamanan fisik, merencanakan furnitur perlu dipikirkan keamanan pemakai. Contohnya ketinggian meja belajar disesuaikan dengan penggunanya, jangan sampai meja belajar yang terlalu tinggi akan mengakibatkan putra atau putri Anda terjatuh.
3. Kenyamanan, furnitur yang sudah jadi harus nyaman digunakan. Contohnya meja belajar anak, yang sudutnya terlalul ancip dan terbuat dari material yang tajam. Selain tidak nyaman juga tidak aman digunakan oleh putra putri Anda.
4. Ukuran, furnitur sesuai dengan ukuran ruang yang ada, biasanya furnitur ini dipesan, sehingga ukuran furnitur terhadap ruang perlu dipertimbangkan. Pengukuran yang kurang tepat, akan menimbulkan kekecewaan bahkan mubazir, karena furnitur sama sekali tidak dapat digunakan.
5. Material yang awet, material furnitur yang awet bila ada pemakaian spesifikasi material yang tepat. Contohnya penggunaan material tahan panas digunakan pada table top kitchen set.
6. Material aman dari bahan kimia berbahaya, beberapa material mengandung bahan kimia berbahaya untuk kesehatan, apalagi bagi anak-anak. Penawaran material dari workshop furnitur, dipertimbangkan dan dipelajari lebih dahulu. Lebih baik agak mahal sedikit tetapi aman untuk kesehatan dan awet.
7. Pengawasan, tentu hasil furnitur yang rapi akan memberikan kepuasan tersendiri baik untuk Anda sebagai pemesan dan juga pemilik workshop. Anda dapat langsung melihat proses pembuatannya di workshop, pastikan furnitur dikerjakan dengan baik.